Language in Diversity

Teaching Vocabulary

IMG_0262

Terdapat beberapa pandangan mengenai pengajaran vocabulary di dalam bahasa Inggris. Di dalam GTM, tujuan pembelajarannya adalah yang penting kita tetap memiliki perbendaharan kosakata baru. Akan tetapi, perbendaharaan kosakata tersebut malah dibatasi di dalam Audio-lingual Method. Sedangkan di dalam CLT, penekanannya yaitu pada komunikasi, karena komunikasi merupakan salah satu cara yang paling efektif meningkatkan kosakata siswa. Meskipun demikian, mengajarkan vocabulary tetap menjadi perhatian umum dalam pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan metode apapun. Karena, suka tidak suka, vocabulary tetap dibutuhkan untuk meningkatkan bahasa Inggris.

Adapun hal-hal yang perlu diajarkan di dalam vocabulary, yaitu sebagai berikut:
(a) Pronunciation (including stress) dan spelling.
(b) Grammar (parts of speech) seperti: verbs, nouns, adjectives.
(c) Collocation
(d) Aspects of meaning: denotation >< connotation
(e) Meaning Relationship: synonym, antonym, translation
(f) Word-formation: prefix, suffix, compounding, etc.
Dari beberapa hal di atas, perlu kita perhatikan bahwa spelling dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris itu berbeda, karena ketika kita belajar spelling, belum tentu kita tahu pronunciationnya. Hal-hal tersebut juga diajarkan berdasarkan tingkat pendidikan siswa. Semakin tinggi jenjang pendidikan siswa, maka hal-hal yang perlu diajarkan juga semakin tinggi tingkatannya. Yang terakhir, hal yang perlu kita perhatikan juga yaitu, beberapa kata berbahasa Inggris tidak mempunyai arti/makna yang pas atau yang tepat di dalam bahasa Indonesia.

Juga terdapat beberapa hal di dalam mempresentasikan kosakata baru, yaitu:
(a) Concise definition; yakni dengan memberikan definisi singkat dari sebuah kata.
(b) Detailed Description; memberikan gambaran yang mendetail dari sebuah kata.
(c) Giving Examples; memberikan contoh dari sebuah kata.
(d) Illustration; menampilkan/menunjukkan benda atau gambar.
(e) Demonstration; memeragakan suatu tindakan atau aksi.
(f) Context; sentences in which the item occurs.
(g) Synonym, antonym; tentunya memberikan kata yang sudah diketahui murid.
(h) Translation.
Kedelapan hal di atas juga sama dalam hal penggunaannya. Semakin tinggi tingkat pengetahuan siswa, maka semakin sulit cara mempresentasikan yang digunakan. Dan juga tidak ada kata bahasa Inggris yang tepat maknanya dengan kata bahasa Indonesia.

Teaching Pronounciation

Mengajarkan pronunciation adalah perlu untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa. Sebagaimana menurut pandangan Audiolingual method, dimana pronunciation ini sangat ditekankan sehingga pronunciation si siswa menjadi persis seperti native speaker.

Di dalam mengajarkan pronunciation, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan:
1. Sound
a) Phonetic alphabet; merupakan huruf alphabet dari A – Z di dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
b) Phonemic alphabet; merupakan satuan terkecil dari suara yang mempunyai arti, dan terdapat 24 huruf vokal serta 20 huruf konsonan di dalam bahasa Inggris, yang kesemuanya itu dapat membedakan arti. Lain halnya dengan bahasa Indonesia yang hanya terdapat kurang lebih 20 huruf alphabet.
Hal inilah yang menjadi kesulitan orang Indonesia dalam belajar Indonesia, yakni:
– tidak bisa membedakan dua bunyi, seperti bunyi ‘i’ pendek dengan ‘i’ panjang pada kata ‘hit’ dengan ‘heat’, dan sebagainya.
– Tidak bisa membedakan arti dari dua bunyi konsonan dalam bahasa Indonesia, seperti pada huruf d-t, b-p, g-k; khususnya pada akhir kalimat. Lain halnya dalam bahasa inggris, dua pasangan konsonan tersebut mempunyai arti.
2. Stress (ada di dalam kata, ada juga di dalam kalimat, tapi hanya ada satu stress di
dalamnya)
3. Intonation (ada di dalam kalimat)

Faktor-faktor yang mempengaruhi pronunciation seseorang:
1. Learner’s Native Language; yakni bahasa Ibu.
2. Learner’s age; semakin muda anak yang diajarkan, semakin bagus pronunciation si anak. Umumnya pada batas usia 12 tahun.
3. Learner’s exposure; seberapa banyak bahasa Inggris itu diexpose dalam kehidupan sehari-hari.

Teknik untuk memperbaiki pronunciation seseorang:
1. Imitation of teacher; guru merupakan model pronunciation yang bagus bagi murid-muridnya.
2. Systematic explanation; termasuk organs of speech.
3. Imitation drill; individual and choral practice.
4. Self Correction; through listening to recording of own speech.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: