Language in Diversity

Dalam studi bahasa (sosiolinguistik atau juga sosiologi bahasa) ada istilah yang disebut alih kode dan campur kode. Alih kode adalah peristiwa kebahasaan yang disebabkan adanya beberapa faktor di luar kebahasaan yang bersifat situasional, yaitu penutur, lawan tutur, hadirnya penutur ketiga, pokok pembicaraan, untuk sekadar mengalihkan perhatian atau melucu, dan meningkatkan gengsi.

Untuk mencapai maksud tertentu, penutur yang memiliki kemampuan multibahasa sadar atau taksadar berusaha beralih kode..Contoh, kita berbicara kepada orang asing dengan memakai bahasa Inggris, tetapi ternyata orang tersebut diketahui berbahasa Jerman, maka kita beralih ke bahasa Jerman.

Setiap penutur pada umumnya ingin mengimbangi bahasa yang dipakai oleh lawan tuturnya. Di dalam masyarakat multilingual – seperti masyarakat Indonesia – itu berarti bahwa seorang penutur mungkin harus beralih kode sebanyak kali lawan tutur yang dihadapinya. Lawan tutur mungkin saja sama bisa juga berbeda latar belakang kebahasaannya dengan penutur.

Hadirnya pihak (penutur) ketiga pun bisa memunculkan peristiwa alih kode. Dua orang atau lebih dari kelompok etnik yang sama pada umumnya saling berinteraksi dengan bahasa kelompok etniknya. Namun, apabila hadir pihak ketiga yang berbeda latar belakang kebahasaannya, biasanya percakapan beralih kode ke bahasa yang dianggap dikuasai bersama atau yang dimampui pihak ketiga. Misalnya sopir angkot akan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Sunda kepada penumpangnya yang sekalipun bukan orang Sunda dan sopir itu tetap membawa logat Batak ke dalam bahasa Sunda.

Faktor Terjadinya Alih Kode

Faktor paling dominan akan terjadinya alih kode adalah pokok pembicaraan. Alih kode bisa terjadi dari ragam formal ke ragam informal (bahasa Indonesia baku ke tak baku, misalnya) atau dari bahasa Indonesia ke bahasa daerah. Atau sebaliknya. Dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia. Misalnya, ketika orang tua yang sehari-hari berbahasa daerah membimbing anaknya mengerjakan soal matematika, otomatis orang tua beralih ke bahasa Indonesia. Sebaliknya, ketika membimbing tadi orang tua meminta tolong kepada anaknya untuk menutup pintu, misalnya, bahasa yang digunakannya adalah bahasa daerah. Hal ini terjadi karena pokok pembicaraan beralih dari hal-hal yang bersifat formal menjadi informal atau sebaliknya.

Selain alih kode, aspek lain dari ketergantungan bahasa dalam masyarakat multilingual adalah terjadinya campur kode. Campur kode adalah pemakaian dua bahasa atau lebih dengan saling memasukkan unsur-unsur bahasa seperti kata ke dalam bahasa lain secara konsisten. Misalnya, kata-kata bahasa daerah atau kata-kata bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia ketika ceramah atau diskusi. Dalam alih kode, fungsi konteks dan relevansi situasi merupakan ciri ketergantungan. Dalam campur kode ciri ketergantungan tersebut ditandai dengan adanya hubungan timbal balik peran penutur, bentuk bahasa, dan fungsi kebahasaan yang berkaitan dengan apa yang hendak dicapai penutur dalam tuturannya.

Terjadinya Campur Kode

Campur kode bisa terjadi antara lain karena identifikasi peranan, identifikasi ragam, dan keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Ketiganya ini saling bergantung satu sama lain dan sering bertumpang tindih. Ukuran untuk identifikasi peranan adalah sosial, registral, dan edukasional. Identifikasi ragam ditentukan oleh bahasa yang dipakai penutur yang dianggap akan menempatkannya dalam status sosial tertentu. Keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan akan memperlihatkan sikap dan hubungan penutur dengan orang lain atau sebaliknya.

Misalnya banyak di antara kita bercampur kode dengan unsur-unsur bahasa Inggris agar kita dikategorikan sebagai orang terpelajar, orang kota, orang modern, berwawasan luas dan bukan orang biasa. Hal semacam bisa juga terjadi dengan mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa Betawi. Contoh lain adalah penyusupan kata-kata bahasa Arab ketika kita berbahasa Indonesia atau berbahasa daerah dengan harapan kita dipandang sebagai santri yang taat beribadah.

Comments on: "@LIH KODE & C@MPoEr KODE" (1)

  1. kalo kode buat mecahin teka teki jodoh bisa beralih ga pul?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: